Workaholic Vs Passionate Worker

 

Tahu gak sih apa itu Workaholic dan Passionate Worker 

Workaholic dan Passionate Worker tentunya menjadi salah satu alasan mengapa seseorang bekerja

Dilihat dari cara seseorang menghabiskan waktunya, workaholic maupun Passionate Worker sama sama menggunakan banyak waktunya untuk bekerja. Namun, perbedaan nya ketika Passionate Worker menghabiskan waktunya secara produktif, dan merasakan kesenangan sementara yang terjadi pada workaholic sebaliknya.  Jadi saat kamu mendedikasihkan banyak waktu dalam bekerja apakah kamu mencintai pekerjaanya atau hannya tak ingin jadi pengangguran?

 

Perbedaan antara workaholic dan passionate worker

Workaholic merupakan seseorang yang ‘kecanduan’ dalam bekerja, bahkan dikutip dari Science daily,bahwa seseorang workaholic merasa dirinya terpaksa untuk bekerja. Dengan rasa terpaksa tersebut seseorang workaholic jarang merasa puas ataupun senang setelah menyelesaikan pekerjaanya.

Berbeda dengan passionate worker, terdapat makna passion didalamnya. Mungkin, kita sudah sangat familiar dengan kata passion, lalu apa hubungannya dengan Passionate worker? Passion yang bisa diartikan sebagai rasa senang, atau melakukan sesuatu dengan sepenuh hati. Passionate worker dapat diartikan sesorang yang bekerja karena dia senang melakukannya atau dengan kata lain dia menikmati pekerjaannya. Passionate worker juga kerap disebut workafrolic, istilah ini ditemukan oleh Richard St. John (2005). Menurut Richard orang yang termasuk dalam workafrolic ini menunjukka tidak ada batas antara kesenangannya dan bekerjaannya.

 

Bekerja harus sesuai Passion?

Passion dan hobi itu berbeda! Passion merupakan suatu hal yang bisa kita tekuni dengan serius dan rela untuk mengorbankan waktu dan energi untuk melakukannya. Dengan passion kita bisa mendapatkan sesuatu yang “besar” dari itu. Yang harus kita tahu bahwa passion bisa berubah dan berkembang! Tapi, passion bukan hannya omong kosong namun perlu aksi nyata. Hal yang harus kita sadari terkadang pada beberapa orang tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan passion yang dimilikinya. Memiliki pekerjaan yang sesuai dengan passion memang ideal, namun setiap orang pastinya memiliki goals serta kebutuhannya masing-msing. Tapi… jika kita bisa menjadikan passion yang dapat menghidupi kita, why not go for it?

 

 

 

Reference

Aliya, H. 2021. Workaholic vs pekerja keras. https://glints.com/. Diakses tanggal 4 Juli 2022.

Basuki, D. 2019. Anda ‘Workaholic’ atau ‘workafrolic?’. https://www.indonesiana.id/. Diakses tanggal 4 Juli 2022.

Widjaya, I. 2017. Workaholic vs Workafrolic: Which Are You?. https://www.noobpreneur.com/. Diakses tanggal 4 Juli 2022.

 

Komentar

Postingan Populer