Otomasi Kecerdasan Buatan dalam Dunia Pendidikan: Apakah Peran Guru akan Tergantikan AI di masa depan?

Siapa yang tidak mengetahui istilah AI saat ini? Perkembangan kecerdasan buatan tersebut menyita perhatian banyak orang dan mempengaruhi berbagai sektor dalam kehidupan, tak terkecuali sektor pendidikan. Berbagai peran manusia di masa depan mungkin akan tergantikan oleh AI. Namun, apa yang terjadi apabila peran guru tergantikan oleh robot kecerdasan buatan ini? Apakah hal tersebut dapat terealisasikan dan hal yang diinginkan untuk kemajuan pendidikan di masa depan?


Berbicara mengenai perkembangan teknologi saat ini, merupakan suatu hal yang tidak bisa kita hindari. Dengan mudahnya arus informasi tersebar melalui peran media digital menjadikan manusia yang hidup di era sekarang dapat dengan mudah terpapar dengan informasi dari seluruh pelosok negeri bahkan dari seluruh pelosok dunia. Begitu pula yang terjadi pada perkembangan teknologi saat ini yang maju dan tersebar secara pesat. Salah satunya adalah kecerdasan buatan atau sering kita menyebutnya dengan ‘AI’

AI merupakan suatu mesin yang dibekali dengan pengetahuan untuk dapat melakukan pekerjaan seperti layaknya manusia, AI melakukan pekerjaan dengan memecahkan masalah dengan kecerdasan buatan melalui teknik Learning yang terdiri dari Jaringan Syaraf Tiruan, Decision Tree Learning dan Algoritma Genetika (Kartika, 2018). Dengan adanya pengembangan AI dan kemajuan teknologi yang sangat pesat menimbulkan transformasi yang signifikan pada dunia pendidikan.

Tidak dapat kita pungkiri, AI memiliki dampak yang berharga pada sektor pendidikan. Dengan kecerdasan buatan, maka akan terjadi otomasi sistem pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan dan pemahaman siswa. Sistem AI dapat menyesuaikan pembelajaran personal dengan gaya belajar dan kebutuhan siswa. Hal tersebut dapat dilakukan AI dengan menganalisis dan mengidentifikasi data siswa mengenai kekuatan dan kelemahannya sehingga dapat disajikan materi pembelajaran yang sesuai (Li, H., & Zhao, 2018). Penyesuaian pembelajaran tersebut akan menimbulkan pembelajaran yang adaptif yang nantinya akan membantu siswa mengatasi kesulitannya. Dengan adanya dampak positif dari kecerdasan buatan, namun isu pergeseran peran guru oleh teknologi ini merupakan hal yang perlu ditindak secara kritis. Untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa AI memiliki batasan sehingga peran guru tidak bisa secara mutlak digantikan oleh kecerdasan buatan ini.  AI memiliki kemampuan menganalisa informasi data yang dibutuhkan untuk dipelajari. Namun, AI tidak memiliki kemampuan dalam bentuk hubungan sosial dan emosional dimana kemampuan tersebut merupakan kemampuan yang sangat penting dan dibutuhkan siswa yang hannya bisa didapat pada peran seorang guru. Sebagaimana yang kita tahu dunia pendidikan bukan hanya sekedar belajar dan mengakses informasi tetapi, juga dibutuhkan pemahaman yang meliputi merasakan dan menginterpretasi dunia dengan interaksi manusia.

Menurut  Vander Ark (2020), peran guru tidak akan tergantikan oleh AI sepenuhnya, guru memiliki peran yang tidak dapat dilakukan oleh AI seperti memberikan keterampilan, panduan dan motivasi. Hal ini juga diperkuat pada penelitian psikologi pendidikan yang menyatakan bahwa dalam proses belajar-mengajar hubungan interpersonal antara guru dan siswa sangat penting. Kemampuan-kemampuan guru yang mungkin sulit diadaptasi oleh AI adalah guru dapat membantu mengemmbangkan keterampilan sosial dan emosional yang nantinya akan membantu siswa dalam berpikir kritis, berkolaborasi, dan memecahkan masalah. Disamping itu, AI memiliki kemampuan untuk memberikan semua informasi yang dibutuhkan oleh siswa, tetapi perlu digaris bawahi bahwa peran guru bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pembimbing, fasilatator dalam pembelajaran dan inspirator bagi siswa.

Oleh sebab itu, untuk kemajuan sektor pendidikan diperlukan integrasi peran guru dan AI. Kemampuan AI bisa dimanfaatkan guru untuk menganalisis dan mengidentifikasi suatu hal pada siswa yang memerlukan perhatian khusus. Sehingga teknologi AI dapat menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan pembelajaran, dan sentuhan emosional, bimbingan, serta motivasi tetap didapatkan siswa dari peran guru yang tidak bisa digantikan oleh AI. Teknologi AI yang semakin maju membawa transformasi yang sangat besar dalam dunia pendidikan, Telkom University sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia juga turut berkontribusi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi AI dengan produk inovasi dengan tema “Education for Future” pada acara ESD Net Asia-Pacific Regional Meeting yang dilangsungkan pada 12-14 juni 2023, di Bintang Resort Bali (Dikutip dari: Berita, Riset Inovasi: telkomuniversity.ac.id). Salah satu produk yang menjadi inovasi Tel-U adalah TRADING-DONG yang menggunakan robot pintar berbasis AI untuk trading dengan metode kombinasi Support-Resistance. Supply-Demand serta Teknik Dominant Break untuk meningkatkan akurasi (Adrian, 2023).


Pertanyaan mengenai peran guru akan tergantikan oleh AI karena otomasi kecerdasan buatan telah  memiliki jawaban bahwa peran guru tidak dapat tergantikan sebagai pembimbing dan fasilitator. Masa depan pendidikan akan lebih baik jika terjadi kolaborasi antara peran manusia dan AI. Otomasi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan bukan penggantian total terhadap peran guru, mengingat AI merupakan teknologi yang memiliki potensi besar, tetapi AI merupakan alat yang dikendalikan manusia. Hal tersebut didukung oleh gagasan Holzinger wt.al. (2017) yang menyatakan bahwa kolaborasi manusia dan AI dalam pengambilan keputusan sangatlah penting untuk memberikan kontrol kepada pengguna untuk menjaga integritas dan etika. Kita sebagai pengguna teknologi harus dapat memastikan bahwa perkembangan teknologi ini dapat diarahkan pada dampak yang positif sehingga tetap dalam koridor nilai-nilai kemanusiaan.

Ayo #RaihMasaDepanmu Bersama Telkom University!

Referensi:

Adrian. (2023). Telkom University Pamerkan Masa Depan Pendidikan Indonesia di Bali. Diakses dari https://telkomuniversity.ac.id/telkom-university-pamerkan-masa-depan-pendidikan-indonesia-di-bali/

Holzinger, A., Langs, G., Denk, H., Zatloukal, K., & Müller, H. (2017). Causability and explainability of artificial intelligence in medicine. Wiley Interdisciplinary Reviews: Data Mining and Knowledge Discovery, 7(4), e1210.

Kartika, L. (2018). Analisis Sistem Lampu Lalu Lintas Menggunakan Kecerdasan Buatan. Skripsi. Bandung: Diakses dari https://repository.telkomuniversity.ac.id

Li, H., & Zhao, X. (2018). Artificial Intelligence in Education: Current Status and Future Prospects. Theory and Practice of Education, 38(12), 6-14.

Vander Ark, T. (2020). The Future Of Learning: Redefining Readiness From The Inside Out. Getting Smart. Retrieved from https://www.gettingsmart.com/2020/06/the-future-of-learning-redefining-readiness-from-the-inside-out/

Penulis: Nur Fatin Prihyatwari

Komentar

Postingan Populer